8 Sep 2023

Published September 08, 2023 by with 0 comment

Cerita Dewasa Bermain Dengan Janda Muda

 



Cerita Dewasa Bermain Dengan Janda Muda


Nama saya Roni, umur saya  25 tahun. Saat ini saya sedang belajar dan bekerja. Kisah ini bermula saat saya dan teman saya sedang berjalan-jalan di kawasan Jakarta yang sudah banyak digemari anak muda. Saat saya  melewati Jalan Sudirman, saya melihat seorang wanita, saya menghentikan mobil dan kami  bertemu.

Wanita itu bernama Nana, umurnya 19 tahun, tinggi badannya tidak lebih dari 175 dan ukuran bra 36 C. Akhirnya saya menawarinya tumpangan pulang dan dia pun menyetujuinya.

 Keesokan harinya pukul 10.00. Nana menelponku lewat ponselku: "Hai Roni ya?" "Siapa itu?" Aku bertanya : “Nana, kemarin aku tidak  sempat bertemu..” “Oh iya.. Kamu ada di mana Tepat di McDonald's Blok M pukul 11.00 WIB. "Oke" Singkat cerita: Saya langsung berangkat ke  Blok M. Sesampainya di sana, kami ngobrol sebentar dan memutuskan untuk berangkat.

" pergi kemana?" Aku bertanya, "Terserah kamu..." "Datanglah ke tempatku sebentar, kamu mau atau tidak?" “Oke,” jawabnya dengan tenang. “Tidak takut?”, tanyaku “Takut pada apa?” “Bagaimana jika kamu di?” Tapi dia dengan tenang menjawab: “Kamu bahkan tidak perlu memperkosaku… aku… aku…” sambil menatapku dan mencubit  pinggangku.

Lalu saya bertanya: “Benarkah?” Dia menjawab: “Siapa takut? Jadi, silakan datang ke rumah saya di  Tebet yang biasanya tidak ada Orang. Jadi sampai aku mengundang Nana masuk, kami duduk bersebelahan dan menggodanya. “Benarkah kamu tidak memiliki fobia pemerkosaan?” Sebaliknya, dia menjawab: "Kamu ingin memperkosa saya sekarang?" Dia berkata sambil menjulurkan payudaranya yang montok.

Entah siapa yang  tiba-tiba memulainya, bibir kami bersentuhan, lalu memainkan lidahnya di mulutku. Tangan kirinya melepas bajuku dan aku tak mau ketinggalan, aku pun membuka baju ketatnya  dan melepas branya. Ciumanku berpindah ke lehernya dan ke belakang telinganya. “Ah…benar juga… ayolah..”, Nana  mulai mengoceh tidak jelas saat lidahku bergerak ke dada di antara pipinya.

Lidahku terus meluncur melintasi payudaranya tapi tidak melewati putingnya. Nana menghela nafas, “ohh.., ohh.., ohh.., aku ingin kamu menyusui..” Tapi aku tidak memperhatikan dan aku terus bermain… dekat putingnya dan turun ke perutnya. aku buka perlahan - lahan celana dalamnya yang masih tersisa.

Akhirnya Nana menarik kepalaku  dan memasukkan payudaranya ke dalam mulutku. “Ayolah, Isep Ron, kamu tidak bisa menyiksaku…” Akhirnya mulutku menghisap payudara kirinya sementara tangan kananku meremas payudara kanannya. “Oh… aah… ini… Enak sekali, hisaplah keras-keras kawan, gigitlah ron, oh..." bujuknya.

Saat aku menghisap payudaranya, bergantian kiri dan kanan, tanganku meraba selangkangannya sambil memijat klitorisnya dari  luar celana dalamnya. Nana pun tak sabar, akhirnya dia membuka celanaku termasuk celana dalamku hingga “adik” yang berdiri tegak dan Nia pun tertegun. " gila gede banget punya mu.

“Dan tanpa perintah langsung, Nia memasukkan penisku ke dalam  mulut kecilnya, sudah penuh, Nana menjilat kepala penisku dan terus melakukannya hingga dia menjilat seluruh batangnya. “Ah.. enak sekali Na terus Na” ucapku pun dengan penuh kegembiraan.

Akhirnya aku proaktif membalikkan tubuhku hingga posisi kami  69. Sambil menjilat bibir vaginanya, Nana menghela nafas. “Ah…enak sekali, ini…teruskan oowh…” Akhirnya Nia menggeliat hebat saat lidahku menyentuh  klitorisnya. “Ahh.. ronn..” sambil mulutnya terus menghisap penisku, pengisap Niapun semakin cepat dan kuat di penisku, sehingga aku merasakan sakit yang menusuk di penisku. .

“Na, aku juga mau ...aaahh..” “barengan ya..” Mendengar itu, Nana dengan penuh nafsu menghisap dan menjilat penisku dan akhirnya.. “Achh.. ach. .”, tidak. . croot.. croot.., 8 kali penisku menyemprotkan air mani ke dalam mulut Nana dan dia menelan semuanya hingga kami ejakulasi di saat yang bersamaan.

 Nanapun akhirnya berbaring di sampingku setelah menjilati seluruh penisku. “Terima kasih, sudah lama suamiku kabur…” Nana berkata, “Suamimu mana?” “Entahlah, dia tiba-tiba menghilang setelah saya melahirkan. " "Apa kamu  punya anak? “Sudah setahun.” Lalu Nana memelukku erat. Lalu dia mencondongkan kepalanya ke arahku, lalu aku menciumnya pelan di bibir, dia membalas ciuman itu, namun lama kelamaan ciuman itu  menjadi ciuman penuh nafsu.

Nana kemudian memegang kemaluanku yang masih terbuka dan meremasnya hingga otomatis “adikku” berdiri dan langsung ereksi. Nana kemudian naik ke atas tubuhku dan menjilat seluruh tubuhku dari mulut sampai ujung kaki. “Ach…” aku mengerang mengikuti irama jilatan di tubuhku.

Nana lalu menghisap penisku dan dari atas terlihat jelas bagaimana penisku muncul di mulut kecilnya. "Ah. sst... enak sekali sayang, hisap terus ach.." Eranganku semakin keras. Lalu aku meletakkan tubuhku di posisi 69 dengan Nana di atas, lalu aku menjilat vagina Nana dan menjilat vaginanya "Ahh...enak sekali sayang, teruskan ayo sayang, aku mencintaimu, achh..." desah Nia sambil berdiri.

Nana kemudian berbalik dan meraih "adik"ku yang bersiap bertarung, dia menyesuaikannya agar sesuai dengan saluran vaginanya. Lalu, dia perlahan menurunkan pantatnya. Jadi penisku perlahan masuk ke lubang vagina nana. "Aduh...ssst...oh...punyamu gede sekali," bisik Nana. "vaginamu sempit,  enak sekali... ah…” kataku. Perlahan aku  terus mendorong penisku ke dalam vaginanya yang sempit.

Akhirnya setelah semuanya beres, Nana mulai menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah, membuat penisku terasa seperti dihisap. Nana berbaring di atasku selama 15 menit sebelum  mengerang. "Aaah....

Kemudian tubuhnya lemas dan memelukku, namun saat aku mengejar klimaksku sendiri, aku  langsung membalikkan badannya tanpa mengeluarkan penisku yang ada di dalam vaginanya. Begitu sampai di atasnya, saya langsung mendorong Nana dari atas terus menerus selama hampir 20 menit hingga Nana mengalami orgasme ketiganya dalam waktu sesingkat itu.

 "Ah. “Kamu lama sekali sayang” desah Nana sambil terus menggerakkan pinggulnya berputar-putar. “Ahh sayang, sstt, enak sekali sayang, terus..teruss…” ucapnya dengan suara serak. "Iya, aku juga ah...enak, enak banget, ah..." Akhirnya setelah mendorong Nana kurang lebih 40 menit, aku merasa ada sesuatu yang terjadi di penisku serasa mau keluar.

“Sayang, aku ingin keluar sayang” “mau di dalam atau diluar sayang?” Saya bilang. “Sebentar lagi sayang, aku mau keluar lagi ah…” Nana menghela nafas. “didalam aja sayangku, biar aku lebih puas” desah Nana lagi. “Ahh.. sst.. Sayang aku mau keluar sayang ahh..”  aku tergagap “Bersama sayang, aku juga ah.. ahh.. oh…” Nana menghela nafas. “Ahh… sayang..ahh… ssst… oh….” saya sampai. “Aahh” menyemprotkan spermaku sebanyak 9 kali. “Emmhh..” saat itu Nana juga  merasakan orgasme….

Setelah itu, kami langsung mandi di kamar mandi dan di dalam kamar mandi pun kami sempat “bermain” lagi sambil saling mencuci pakaian. Setiap kali Nana tiba-tiba  jongkok dan mengulum punyaku, aku bangkit kembali, berusaha menahan kenikmatan.

Tapi aku tidak tahan dengan siksaan itu jadi aku duduk di kursi, Nana duduk di hadapanku dan dia memasukkan kembali penisnya ke dalam vaginanya. "Ya Tuhan...ahh...ssst...enak sekali sayang ahh..." bisiknya mulai merasakan permainan itu. Tapi setelah 15 menit aku bosan, aku  perlahan mengangkatnya tanpa melepaskan penisku dan aku menyuruh Nia untuk bangun dan berpegangan di tepi bak mandi, aku mendorong maju mundur sambil meremas buah dadanya yang bergoyang goyang.

“Ah… Ya Tuhan, aku mau sampai, yang…” desahnya. “aahh…”, aku merasakan cairan orgasme Nana kembali membasahi penisku. Karena kondisi Nana yang lemah, saya memutuskan untuk melepas penis saya dan Nana terus menghisap penis saya hingga habis.

 "Aku  keluar, sayang. ah…”, sambil aku mendorong kepalanya jauh ke dalam penisku hingga penisku seolah-olah benar-benar masuk ke dalam mulut kecilnya. Dan saat Nana menghisap penisku, "Ah.. aah.." Akhirnya aku menyemprotkan seluruh air maniku ke dalam mulut Nana dan melihat Nana menelan semua air maniku tanpa setetes pun keluar dari mulutnya. Dia bahkan membersihkan penisku dan menjilat sisanya. sperma. .

Setelah itu, kami membersihkan diri dan kembali ke kamar dalam keadaan telanjang bulat, berbaring bersama telanjang, berdekapan, meraba dan ngobrol sebentar. Tanpa sadar hampir 4 jam kami berada dirumahku. Jadi kami akhirnya berpakaian lalu saya mengantar Nana kembali ke kosannya di kawasan Blok M dan berjanji akan menghubungi lagi. Hingga saat itu sampai sekarang kami masih menjalin hubungan intim secara rutin.

0 comments:

Posting Komentar